Sabtu, 19 November 2016

Bebas

Selamat malam, malam ini disponsori lagu sendu payung teduh, yg mengatakan kita selalu berharap waktu akan membawa keberanian dan jawaban. Hidup, apa yg ada dikepala saat dengar kata hidup ?? Sakral, abadi, sulit, bahagia, duniawi dll. Yes, ga ada yg salah ttg bagaimana manusia mengenal "hidup", kami semua hanya kumpulan daging dan tulang dijahit dengan syaraf lalu mendapat "bonus" berupa akal dan budi. Mungkin aku belum tau apa2 tentang hidup. Kita semua pernah mengeluh, muak. Bangsat kau kehidupan. Tidak salah, itu emosi manusia (menurutku). Saat kita punya orang2 yg kita sayangi dalam hidup, mungkin pandangan akan hidup akan berubah menjadi bahagia. Tapi, bagaimana yg merasa dirinya tidak dicintai siapapun. Bahkan orang yg seharusnya menjamin kebahagian mereka malah menjadj sumber kemuakan.....
Aku pernah dengar sharing, dari seorang ibu berumur kir2 43 tahun. Beliau bercerita, saat dimana titik terlemah dalam hidupnya. Sakit fisik dan batin yg mengharuskan beliau dirawat di sebuah rumah sakit katolik.
SUAMI : Selama dirawat, pikirannya semakin kacau, suami anak jadi pelampiasan. Bahkan saat suami beliau masih dalam perjalanan dari tugas luar kota menuju rumah sakit, perjalanan butuh waktu sedikit lama. Ibu itu berfikir, bahwa sang suami tidak lagi peduli padanya, hanya hal buruk yg keluar saat mengingat suaminya. Beberapa saat, si suami tiba, dengan raut muka campur aduk. Hal yg pertama kali si suami dapatkan adalah cacian, ya si ibu mencaci suaminya yg baru datang. Boom ! Meletus letus.. Si suami hanya diam dan memilih untuk tidak terlibat dalam rentetan cacian yg di tembakan, berusaha menetralkan muka semampunya. Obrolan dimulai dengan menanyakan obat apa yg sudsh diberikan dan diagnosa dari dokter seperti apa. Raut muka si ibu masih ditutupi emosi, bukan untuk meledak lagi, tp untuk menutup rapat mata dan mulut. (Ya mirip anak kecil yg sedang ngambek, bingung menghadapi tanggapan lawan bicara yg diluar ekspektasinya.) Si suami sebenarnya hanya basa basi, menanyakan itu, karena dokter sudah bercerita langsung ke beliau.
ANAK : menjelang sore anak2 si ibu datang, ada 4 anak, 3 laki2.  Berharap bisa menghibur ibunya yg sedang dirawat, tp timbul kekecewaan. Mood ibunya sedang tidak baik, pertanyaan yg dilontarkan anak2 hanya dijawab seadanya. Si'Ragil' yg antusias bercerita dan bertanya ttg apapun, mendapat teguran karena kecerewetanya yg polos. Si ibu mulai bercerita ke anak2nya, berkeluh kesah, yg kadang malah seperti menyalahkan ke empat anaknya. Anak2 hanya bisa diam, ya batin mereka mengerti. Ibu mereka tidak stabil, sedang dalam keadaan yg cukup buruk. Sisulung memberikan senyuman rapat khasnya, ke wajah ibunya. Hanya sekalimat yg terucap, " Semua berjalan baik, adik semua sekolah. Tidak ada yg bertengkar, dan tidur tepat waktu", lalu berjalan keluar dan meninggalkan si bungsu ya duduk dengan muka polos, bersih.



(Tobe continued---->)

Jumat, 08 Juli 2016

?

Gerogoti tubuh seperti rayap pada kayu
.
Kenapa aku yg terlihat salah ??
Aku hanya ingin sejenak berlibur
Merasa kesenangan sementara
.
Diam dan menutup mata ??
Itukah caranya ??
Lalu berkata secara eksplisit pada dunia
.
Aku disini hanya akan diam
Bukan berarti tak peduli
Bukan berarti tak cinta
Aku hanya terlalu banyak menyakiti
.
Kenapa semua datang bersamaan ?
rindu dan amarah
.
Saat aku bukan lagi aku
Serta kamu bukan lagi kamu
Apa kau akan ingat senyummu
Senyum yang bebas...
.
Rindu aku melihat senyummu
Seperti anak kecil tanpa rasa
Andai keajaiban itu ada
Kubuat hidupmu penuh tawa
.
Bukan air mata dan derita

Jumat, 26 Februari 2016

Adilkah, Tuhan ?

Kamu pengertiaan
Kamu sabar
Kamu teliti
Kamu berani
Kamu romantis
Kamu berkharisma
Kamu menggoda
Aku menyusun kamu
Tapi aku tak bagai kamu
Aku berbeda, aku kalah
Aku tak mengerti
Aku penggerutu
Aku penuh emosi
Aku ceroboh
Aku pengecut
Aku norak
Aku tak dipandang
Aku menjijikan
Siapa yg menciptakan aku
Siapa yg menciptakan kamu
Sehuruf tak sama
Bagai bumi dan langit bedanya
Ironi saat otak dan hati berkonsolidasi
Hai majikan
Hai budak
Matilah kalian hari ini
Takan berbeda nasib nanti
Ini semua ilusi
Dibalik daging dan birahi

Berhenti lah
Sebelum jalan menjadi
Usus 12 jari

Sabtu, 20 Februari 2016

Limit

Lama ga post diblog nih, apa yg kalian rasain dalam awal tahun ini ?
Jelas bahagia, bisa liburan lama dijogja. Yaa emang sih ga sedikit biaya yg harus keluar, tp Worth it lah. Tapi hidup ga cuman buat seneng2 kan. Yap bener banget, bulan selanjutnya berat bgt, ini baru pertengahan, dan rasanya udah berat. Tapi emang kiya harus lebih banyak bersyukur, soalnya banyak orang yg lebih susah dari kita.
Harapan harus selalu ada, jangan pernah putus. Mau susah mau seneng dijalanin aja. Semua pasti ada hikmahnya. Yaa post kali lebih menye, tapi hidup emang dinamis. Kadang kita ngerasa semuanya menyenangkan. Tapi kadang kita ngerasain buat jalanin aktivitas aja susah. Just do your job and God will giv miracle for you.
Enjoy your saturday, cause monday is waiting you.

Jumat, 11 Desember 2015

Learning

You know I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything

Kadang perlu merasakan rasanya tanah, biar besok bisa ngerasain empuknya awan. Namanya manusia bakalan belajar, belajar apapun yg bikin mereka dapat pengalaman.
Kadang kita lupa siapa yg selalu ada, dan sibuk dengan sesuatu yg semu. Pengalaman yg membuatmu mengenal siapa dia, yayang.

You're my home
Now im home....

Selasa, 24 November 2015

Belajar darimu

Pernah kah kalian melakukan kesalahan, kesalahan kecil ataupun yg merugikan orang lain...
Bumi ini bulat matahari dn bulan juga, bulat itu tidak akan putus, karena yg berakhir kan kembali lagi keawal. Apa maksudnya...?
Membuat luka pada kulit akan sangatlah mudah, TIDAK perlu belajar, manusia dapat melukai manusia lainya. Tapi, mengobati itu sangatlah sukar, luka yg diobati akan sembuh dalam beberapa waktu, tidak sembarangan juga orang yg mengobati, hanya mereka yg MAU belajar.

Ingat akan petuah yg kau tanam akan kau tuai ?
Sebenarya hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah... Saat kita menanam kacang hijau di sebuah media anggap saja kapas, pasti kita akan memilih kacang terbaik, tidak kosong, padat berwana hijau dan besar. Lalu kapas yg digunakan juga harus kuat bersih dari kotoran dan jangan lupakan air, yg menjadi anugerah sekaligus petaka.
Kacang akan kesakitan, saat dimana badanya retak karena memberi jalan untuk tumbuh sulur sulur kecil dari badanya, semakin lama makin besar retakan dan sulur itu, mula2 sulur itu masuk kedalam serat serat kapas, lalu melekuk lekuk di tiap bagian serat dan membatu. Bagian sulur lainya terus tumbuh hingga sikacang makin kesakitan. Sulur terus tumbuh makin tinggi dan si kacang makin kehilangan tiap bagianya. Sampai............
Muncul sesuatu diujung sulur yg menjulang, terlihat seperti kepala dengan benda kecil hijau aneh dikepalanya. Sulur sulur itu semakin kuat tiap harinya dan sikacang makin kering dan keriput. Benda kecil hijau juga semakin besar, awalnya keriput lama kelamaan semakin mekar dan indah.
Lalu tiba saat dimana kesempatan hidup kacang selesai, sedikit demi sedikit badanya terlepas dari sulur jahat. Sakit yg dirasakan kacang tak mampu ditahanya hingga akhirnya kacang terlepas dan jatuh menjadi debu.
Sulur dan benda asing berwarna hijau terus tumbuh tanpa peduli kacang yg telah menjadi debu.

Cerita bodoh diatas sebenarnya memiliki 2 pandangan, pertama adalah nasib kacang yg menyedihkan dan pengorbanan kacang yg mengharukan.
Sama seperti kehidupan, akan banyak hal terjadi dalam hidup, kitalah yg memutuskan, mau memandang secara sinisme atau positifme.
Penyesalan, dendam, kekecewaan akan selalu ada, tapi pohon yg kuat bukan tumbuh dari tanah yg lembek. Bagaimana cara kita belajar dari kesalahan, dari kebodohan menjadi sosok yg lebih baik. Tidak ada jaminan sukses dalam berusaha, tapi ada jaminan gagal jika tidak berusaha.

Siapapun kalian, apapun agama suku negara bangsa kalian, jangan pernah menyerah untuk sesuatu hal. Semuanya akan terasa sulit diawal. Semua akan merendahkanmu, sampai kalian berada sama tinggi dengan cacing tanah. Jadilah bisu, tuli dan buta. Yakinlah pada jalanmu, apa yg kau cintai apa yg kau perjuangankan, bukan sekedar omong kosong buktikan itu pada mereka yg menghinamu yg mencacimu hingga didasar tanah. Jadilah sejarah buat orang lain, bagaimana likunya kau jalani.
Karena kasih adalah obat tanpa resep, dan cinta adalah pilihan tanpa keraguan.

Terimah kasih KACANG

Sayembara

6 nov 2015

Hari ini dputuskan naik kuda besi, menyusul seseorang yang sedang bersedih...
Tapi rama ini sdh tidak sabar bertemu sinta, yg sedari kemarin sendu akan keputusan sinta.
Sekitar 13.40 si kuda besi datang, sri tanjung. Kereta ekonomi yg katanya udah lebih baik dari ekonomi jaman jadoel, sekarang bedanya ada ACnyaaa, tapi tetep panaaas....
Masih sekitar 5 jam lagi baru kutapaki tanah kota sederhana itu. Sinta siap menanti di stasiun, mungkin dengan muka senang atau dengan muka masam ? 
Entahlah aku bukan seorang patih yg mampu meramal masa depan. Semoga bukan wajah masam yg muncul didepan stasiun.
Tak terasa beberapa menit lagi dan rasa ini akan hilang.
Rasa yg mampu membuat nafsu makanmu bertambah tapi juga bisa membuat amarah.
Kulihat langit diluar hening kelam, tak dapat terlihat apa sosok diluar hanya bayangku yg menyeringai memantul didepan kaca.
Datang perlahan dengan senyum kecil diwajah, entah apa maksudnya, senangkah atau bahagia....
Sedikit gugup bak seorang yg asing, tapi menit berlalu tawa keluar dipipinya hahahaha
Malam itu sekejap tapi kuingat, andai malam itu dapat kulipat dan kubawa, akan kulihat disetiap pagi
Tak beraturan perasaanku begitu juga sintha, sejoli yg sebelumnya berperang lalu seketika mesra... apa ini sebenarnya ? andai sintha tau bagaimana khawatirnya rama padanya...
.
.
.
Apa yang terjadi ? Ini dia misteri kami......