Hari ini dputuskan naik kuda besi, menyusul seseorang yang sedang bersedih...
Tapi rama ini sdh tidak sabar bertemu sinta, yg sedari kemarin sendu akan keputusan sinta.
Sekitar 13.40 si kuda besi datang, sri tanjung. Kereta ekonomi yg katanya udah lebih baik dari ekonomi jaman jadoel, sekarang bedanya ada ACnyaaa, tapi tetep panaaas....
Masih sekitar 5 jam lagi baru kutapaki tanah kota sederhana itu. Sinta siap menanti di stasiun, mungkin dengan muka senang atau dengan muka masam ?
Entahlah aku bukan seorang patih yg mampu meramal masa depan. Semoga bukan wajah masam yg muncul didepan stasiun. Tak terasa beberapa menit lagi dan rasa ini akan hilang.
Rasa yg mampu membuat nafsu makanmu bertambah tapi juga bisa membuat amarah.
Kulihat langit diluar hening kelam, tak dapat terlihat apa sosok diluar hanya bayangku yg menyeringai memantul didepan kaca.
Datang perlahan dengan senyum kecil diwajah, entah apa maksudnya, senangkah atau bahagia....
Sedikit gugup bak seorang yg asing, tapi menit berlalu tawa keluar dipipinya hahahaha
Malam itu sekejap tapi kuingat, andai malam itu dapat kulipat dan kubawa, akan kulihat disetiap pagi
Tak beraturan perasaanku begitu juga sintha, sejoli yg sebelumnya berperang lalu seketika mesra... apa ini sebenarnya ? andai sintha tau bagaimana khawatirnya rama padanya...
.
.
.
Apa yang terjadi ? Ini dia misteri kami......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar