Selamat malam, malam ini disponsori lagu sendu payung teduh, yg mengatakan kita selalu berharap waktu akan membawa keberanian dan jawaban. Hidup, apa yg ada dikepala saat dengar kata hidup ?? Sakral, abadi, sulit, bahagia, duniawi dll. Yes, ga ada yg salah ttg bagaimana manusia mengenal "hidup", kami semua hanya kumpulan daging dan tulang dijahit dengan syaraf lalu mendapat "bonus" berupa akal dan budi. Mungkin aku belum tau apa2 tentang hidup. Kita semua pernah mengeluh, muak. Bangsat kau kehidupan. Tidak salah, itu emosi manusia (menurutku). Saat kita punya orang2 yg kita sayangi dalam hidup, mungkin pandangan akan hidup akan berubah menjadi bahagia. Tapi, bagaimana yg merasa dirinya tidak dicintai siapapun. Bahkan orang yg seharusnya menjamin kebahagian mereka malah menjadj sumber kemuakan.....
Aku pernah dengar sharing, dari seorang ibu berumur kir2 43 tahun. Beliau bercerita, saat dimana titik terlemah dalam hidupnya. Sakit fisik dan batin yg mengharuskan beliau dirawat di sebuah rumah sakit katolik.
SUAMI : Selama dirawat, pikirannya semakin kacau, suami anak jadi pelampiasan. Bahkan saat suami beliau masih dalam perjalanan dari tugas luar kota menuju rumah sakit, perjalanan butuh waktu sedikit lama. Ibu itu berfikir, bahwa sang suami tidak lagi peduli padanya, hanya hal buruk yg keluar saat mengingat suaminya. Beberapa saat, si suami tiba, dengan raut muka campur aduk. Hal yg pertama kali si suami dapatkan adalah cacian, ya si ibu mencaci suaminya yg baru datang. Boom ! Meletus letus.. Si suami hanya diam dan memilih untuk tidak terlibat dalam rentetan cacian yg di tembakan, berusaha menetralkan muka semampunya. Obrolan dimulai dengan menanyakan obat apa yg sudsh diberikan dan diagnosa dari dokter seperti apa. Raut muka si ibu masih ditutupi emosi, bukan untuk meledak lagi, tp untuk menutup rapat mata dan mulut. (Ya mirip anak kecil yg sedang ngambek, bingung menghadapi tanggapan lawan bicara yg diluar ekspektasinya.) Si suami sebenarnya hanya basa basi, menanyakan itu, karena dokter sudah bercerita langsung ke beliau.
ANAK : menjelang sore anak2 si ibu datang, ada 4 anak, 3 laki2. Berharap bisa menghibur ibunya yg sedang dirawat, tp timbul kekecewaan. Mood ibunya sedang tidak baik, pertanyaan yg dilontarkan anak2 hanya dijawab seadanya. Si'Ragil' yg antusias bercerita dan bertanya ttg apapun, mendapat teguran karena kecerewetanya yg polos. Si ibu mulai bercerita ke anak2nya, berkeluh kesah, yg kadang malah seperti menyalahkan ke empat anaknya. Anak2 hanya bisa diam, ya batin mereka mengerti. Ibu mereka tidak stabil, sedang dalam keadaan yg cukup buruk. Sisulung memberikan senyuman rapat khasnya, ke wajah ibunya. Hanya sekalimat yg terucap, " Semua berjalan baik, adik semua sekolah. Tidak ada yg bertengkar, dan tidur tepat waktu", lalu berjalan keluar dan meninggalkan si bungsu ya duduk dengan muka polos, bersih.
(Tobe continued---->)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar